Friday, August 1, 2008

SANG PENARI (1)

SANG PENARI

Dengan lagkah sesuai arah yang mamanggil ku hari ini, disebuah kampung yang jauh dari kota yang penuh dengan peradaban dan aksesoris modernitas, kutemukan satu kehidupan yang mungkin mirip dengan cerita-cerita orang lain atau yang kini telah banyak di perbincangkan oleh orang lain tentang kehidupan yang bersahaja. Tempatnya lumayan jauh dari Kota Bau-Bau. Dari Dermaga Jembatan Batu menuju Wakokili dengan menggunakan perahu katinti degan waktu tempuhnya sekitar setengah jam. Sampai di wakokili, terminal yang juga sebagai dermaga, disana saya mencari kendaraan yang menuju Mawasangka. Akhirnya setelah lima belas menit berputar-putar di terminal itu. Ada seorang yang berbadan kekar penuh tattoo dan berkulit hitam, tapi tingginya tidak melebihi tinggi badanku, berteriak….”MAWASANGKA…MAWASANGKA” sambil menunjuk sebuah mikrolet biru degan tumpukan barang yang hampir mrlebihi muatannya. Saya sudah bisa menebak bahwa mikrolet yang di tunjuknyatiu akan menuju ke mawasangka tujuanku. Ku hampiri mikrolet itu……….wahhhhhhh ternyata diatas juga sudah sesak dengan penumpang. Tapi biarlah dari pada menunggu kendaraan yang lain……..itupun kalau ada, yah……..terpaksa………Saya kira perjalan ke sana hanya beberapa jam saja……memasuki gerbang mawasangka yang sudah menempuh empat jam perjalanan, kondekturnya bertanya,”D….mau kemana?”,”ke Desa Kance Bungi pa”. dia hanya mengangguk, entah itu berarti dia paham atau kasihan melihat ku. Terserahlah…. Aku mulai gelisahg dengan perjalananku kali ini saat penumpang turun satu per satu dari mikrolet ini (bukan mereka tidak mau lagi dan berhenti di tengah jalan, ti memang tujuan mereka sudah disitu.tinggal kami bertiga saja (yang dua itu sopir dan kondekturnya). Kondekturnya menoluh kesaya pada saat sampai di depan kantor Kecamatan Mawasangka……katanya sampai di sini d’, kamu turun saja disini dan berjalan kaki menuju kance bungi kira-kira 2 jam baru kamu bias sampai kesama. Hhhhhhhhhmmmmmmmmmmmmmm……….bukan perjalanan yang dekat…..apalagi matahari saat itu sungguh sangat tidak bersahabat……asli panasnya minta ampun……”pak untuk menuju kesana memang tidak bisa di lalui kendaraan roda empat ya…….?”. kondekturnya menjawab, “bukan begitu d’, kalau angkutan dari wakokili itu sampainya disini saja”. “Trus saya harus naik apa ke sana…………?”. “Tunggu saja d’, akan ada kendaraan yang akan menuju kedesa itu” jawab kondekturnya. Tapi diluar mikrolet tak satupun kendaraan yang kulihat lewat, sampai sepeda kumbang sekali pun. “begini saja pa’, klo bapak antar saya kedesa itu saya harus bayar berapa lagi?. “Ya kalo ade mau bayar lima puluh ribu lagi, saya mau antar sampai tujuannya”. “waduh pa’ nda kemahalan, saya bukan pejabat yang dating mau hambur-hamburkan uang disini, tolonglah pak, dua puluh ribu saja ya….ya…..makau kan, ya maulah…….ya…..”. sopirnya pun mengiyakan……dalam perjalanan saya sempat kesal tapi setelah beberapa kilo meter berjalan kearah selatan……..ada benar juga kalo si kondektur minta bayaran yang besar. Soalnya, jalan ke desa itu kurang beres, penuh resiko dengan kendaraan yang kita gunakan. Jalanan yang peuh lubang dan berbatu cadas yang siap menggoyang dan menghempaskan posisi dudukmu diatas kendaraan. Dan memang jarak dari kantor kecamatan ke desa itu memakan waktu satu jam lebih….wuuuhhhhhhhhh, perjalanan yang………..entah seru atau mengerikan.

Biar kamu penasaran dan tidak bosan…..dah dulu ya……… tapi jangan cemas………masih ada lanjutannya ko’……………..

Info Lowongan Kerja

SANG PENARI (1) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Roni

0 comments: